SUDUT PANDANG PERORANGAN

Hal yang sama pentingnya dengan sudut pandang terhadap kehidupan sosial adalah sudut pandang Anda terhadap sesama manusia, rekan, teman, kerabat, keluarga langsung, dan yang terpenting, terhadap diri sendiri.

Anda harus belajar untuk tidak memandang dunia sebagai sesuatu yang tersesat dan membusuk, tetapi sebagai sesuatu yang sempurna dan mulia yang masih berkembang keutuhannya yang paling indah, dan Anda harus belajar melihat manusia bukan sebagai makhluk sesat dan terkutuk, tetapi sebagai makhluk-makhluk sempurna yang masih maju menuju keutuhan. Tidak ada orang “jahat” atau “buruk”.

Sebuah mesin lokomotif yang berada di rel dan menarik kereta yang berat adalah mesin yang sempurna untuk jenisnya dan ini baik adanya. Kekuatan uap yang mendorongnya adalah baik. Jika putusnya rel menjungkirkan lokomotif ke parit, tidaklah berarti mesin itu buruk atau jahat karena ia ada di luar jalur, ia adalah mesin baik yang sempurna, tetapi keluar dari jalur. Kekuatan uap yang mendorongnya ke parit dan menghancurkannya tidaklah jahat, tetapi kekuatan baik yang sempurna

Jadi, apa yang “ke luar jalur” atau diterapkan dengan cara yang tidak utuh bukanlah buruk atau jahat. Tidak ada orang jahat, yang ada adalah orang-orang baik yang sempurna yang keluar jalur, mereka tidak membutuhkan kutukan atau hukuman, mereka hanya perlu bangkit untuk kembali ke rel.
Apa yang belum berkembang atau belum utuh seringkali tampak sebagai jahat atau buruk karena cara pikir kita.

Akar sebuah umbi yang kelak menghasilkan bunga lili yang putih tampak tidak indah pada saat ini, mungkin orang jijik melihatnya.
Tetapi betapa bodohnya kita jika mengutuk umbi itu karena tampilannya saat ini padahal kita tahu bahwa ada bunga lili di dalamnya. Akar itu sempurna untuk jenisnya, ia sempurna tetapi ia adalah bunga lili yang belum utuh, jadi kita harus belajar melihat setiap manusia, terlepas dari betapa buruknya tampilan luarnya, mereka adalah sempurna di dalam tahap perkembangannya dan mereka sedang berkembang menjadi utuh. Lihatlah, semua baik adanya.

Sekali kita memahami kenyataan ini dan tiba di titik sudut pandang ini, kita kehilangan hasrat untuk menemukan kesalahan pada orang lain, menghakimi mereka, mengkritik mereka, atau mengutuk mereka. Kita tidak lagi bekerja seperti mereka yang menyelamatkan jiwa, tetapi sebagai mereka yang berada diantara para malaikat, mengerjakan penyelesaian kemuliaan surga. Kita lahir dari ruh dan kita melihat Cahaya Surga.

Kita tidak lagi memandang manusia sebagai pohon berjalan, tetapi penglihatan kita utuh. Kita tidak memiliki kata-kata lain untuk diucapkan selain kata-kata yang baik. Semuanya baik, kemanusiaan yang agung dan mulia berkembang menuju keutuhannya. Dan di dalam relasi kita dengan manusia, ini membawa kita ke sikap pikir yang meluas dan mengembang, kita melihat mereka sebagai makhluk-makhluk yang agung dan kita mulai menghadapi mereka dan masalahnya dengan cara yang hebat. Tetapi jika kita jatuh ke sudut pandang yang lain dan melihat manusia sebagai ras yang tersesat dan menuju kehancuran, kita menciut ke akal yang menciut, dan kita menghadapi manusia serta masalahnya juga dengan cara yang kecil dan ciut.

Ingatlah untuk tetap bertahan pada sudut pandang ini, jika Anda melakukannya Anda tidak akan gagal untuk segera menghadapi rekan, sesama, dan keluarga Anda sendiri sebagai pribadi-pribadi yang agung. Sudut pandang yang sama ini harus menjadi sudut pandang Anda terhadap diri sendiri. Anda harus selalu melihat diri Anda sebagai jiwa agung yang masih terus maju.

Belajarlah untuk berkata : “Ada SESUATU di dalam diriku dari mana aku dibuat, yang tidak mengenal ketidaksempurnaan, kelemahan, atau penyakit. Dunia belum utuh, tetapi Tuhan didalam kesadaranku adalah sempurna dan utuh. Tidak ada yang bisa salah kecuali sikap pribadiku, dan sikap pribadiku hanya bisa salah ketika aku tidak mematuhi SESUATU yang ada dalam diriku. Sejauh ini, aku adalah perwujudan sempurna dari Tuhan dan aku akan terus maju menjadi utuh. Aku akan percaya dan tidak takut”. Ketika Anda bisa mengucapkannya dengan penuh pemahaman , Anda akan kehilangan semua rasa takut dan Anda akan sangat maju di jalan perkembangan ke kepribadian yang agung dan penuh daya.

Sumber : The Science of Being Great/ Wallace D. Wattles

BACK TO HOME

Baca Artikel Lainnya:

0 comments:

Poskan Komentar

The Happiness News