HUKUM KONSISTENSI

“Anda tidak menyanyi karena Anda bahagia; Anda bahagia karena Anda menyanyi.”
Ada arti yang sangat mendalam pada pernyataan ini, yang dibuat oleh ahli psikologi ternama William James.

Bagi saya, hal ini berarti bahwa cara seseorang merasakan sampai batas yang sangat besar bisa menentukan cara orang itu bertindak. Itu merupakan petunjuk satu lagi bahwa kita, sebagai individu, bukanlah tidak berdaya mengubah dan memperbaiki keadaan yang terus menerus kita hadapi dalam kehidupan.
Beberapa orang menyebut ini Hukum Konsistensi, atau hukum saling menanggapi.

Mula-mula tetapkanlah perubahan apa yang Anda inginkan agar terjadi dalam hidup Anda, atau pada diri Anda. Selanjutnya kembangkan sikap mental yang menjadi kebiasaan untuk menanggapi keadaan baru yang ingin Anda alami.
Beberapa orang akan mengalami kesulitan dengan gagasan ini, karena tidak mampu membentuk suatu sikap yang sama sekali asing bagi keadaan yang sedang terjadi.

Kalau ini terasa tidak bisa dipraktekkan, periksalah keadaan Anda sekarang dari segi pandangan yang obyektif. Apakah keadaan itu sesuai, atau bisa saling menanggapi dengan sikap mental Anda mengenai keadaan tersebut? Bagaimana tentang keadaan keuangan Anda? Apakah Anda merasa terperangkap dan merasa yakin bahwa tidak ada peluang untuk perbaikan? Kalau memang demikian, keadaan keuangan Anda hanya konsisten dengan sikap mental Anda yang menonjol.

Harus menjadi jelas bahwa sebelum suatu bidang dalam kehidupan Anda bisa meningkat menjadi lebih baik, sikap mental Anda terhadap hal itu harus berubah lebih dulu. Bagi beberapa orang, hal ini terasa seperti “menempatkan gerobak di muka kuda.”
Sebagai contoh, William James mengemukakan bahwa tindakan menyanyi sementara seseorang merasa tidak bahagia akan memberikan pengaruh kepada orang itu untuk menjadi bahagia.

Kita andaikan Anda sudah menetapkan sasaran memperbaiki keadaan keuangan Anda. Untuk memperkuat gambaran mental yang Anda buat tentang keadaan yang lebih baik, keluarkanlah uang sedikit lebih banyak untuk membeli sesuatu daripada yang biasanya Anda keluarkan. Itu hanya memerlukan lebih banyak beberapa ribu rupiah.
Kadang-kadang nikmatilah makan siang yang sedikit lebih mahal.

Ini semua merupakan tindakan positif yang akan membuktikan bahwa Anda yakin, hasil yang diinginkan pasti tercapai. Keraguan adalah penghambat besar terhadap pencapaian tujuan.

Pentingnya sikap mental positif seseorang dibuktikan oleh insiden berikut;
Seorang pria merasa sangat tidak bahagia dalam pekerjaannya. Disarankan kepadanya agar menuliskan segalanya yang dia sukai tentang pekerjaannya – ini merupakan tindakan positif. Dia protes bahwa boleh dikata tidak ada apa pun yang disukainya.

“Apakah Anda dibayar secara teratur”? dia ditanya.
“Ya, betul,” dia menjawab.
“Apakah Anda menyukai hal itu?”
“Ah, ya, hal itu saya sukai” jawabnya.
Dalam waktu singkat, dia berhasil menuliskan 17 hal yang disukai dalam pekerjaannya. Tidak lama kemudian, ditanya bagaimana perkembangan yang dialaminya.
“Ini benar-benar aneh,” dia menjawab. “Rasanya orang-orang yang bekerja bersama saya telah berubah.”
Kalau Anda terjebak dalam alur roda pedati dan Anda tidak bisa keluar dari sana, secara harfiah maupun figuratif itu memang benar. Selama bertahun-tahun biasa berpikir negatif menyebabkan terbentuknya “alur” di dalam otak Anda.


Mungkin Anda mempunyai keinginan yang tulus untuk menyalurkan pemikiran Anda sepanjang garis yang lebih positif – tetapi Anda mendapatkan hal itu sangat sulit, kalau tidak mustahil sama sekali. Pemikiran Anda secara otomatis akan kembali ke pola lama.

Hukum Konsistensi menyebabkan kita akan bisa mengubah keadaan yang tidak diinginkan dan juga memungkinkan orang bisa menjadi seperti yang didambakannya.
Yang diperlukan hanyalah kemampuan untuk mengontrol tindakan kita sehingga akan sesuai dengan keadaan baru dan sasaran yang kita tetapkan sendiri.

Jangan membuat kesalahan dengan bertanya-tanya dalam hati bagaimana perubahan ini terjadi menjadi lebih baik. Milikilah keyakinan bahwa hidup Anda pasti akan menyesuaikan diri dengan sikap yang Anda pegang terhadap hidup. Setelah itu bersiap-siaplah untuk bertindak dengan cara positif.

Lepaskan masa lalu dan janganlah Anda memberinya kekuatan untuk menguasai diri Anda. Pengalaman baru yang menyenangkan tidak datang karena kita menengok ke belakang, melainkan dengan melihat ke depan dan ke atas.

Sumber : Anda Adalah Apa Yang Anda Pikirkan - Doug Hooper
BACK TO HOME

Baca Artikel Lainnya:

0 comments:

Poskan Komentar

The Happiness News