Lukisan Indah Kebijaksaan

Terowongan gelap tidak berujung, mungkin itu metafora kehidupan zaman ini. Kekayaan kehidupan anak-anak biasanya harapan akan masa depan, dan saat tua tidak sedikit yang membanggakan masa lalu. Keadaannya mirip kucing yang mengejar bayangannya sendiri. Pada pagi hari (masa muda), bayangannya ada di barat, dikejar tidak ketemu. Pada sore hari (umur tua) , bayangannya ada di timur, lagi-lagi dikejar tidak ketemu. Sadar akan hal ini, ada yang memotong lingkaran kegelapan dengan meyakini kehidupan berawal pada masa sekarang dan berakhir pada masa sekarang.

Masa lalu telah berlalu, masa depan belum datang, namun melalui tindakan pada masa kini keduanya bisa dibuat kian terang atau gelap. Sebutlah ibu yang sudah meninggal, tetapi belum sempat dibahagiakan. Masa lalu membuat kehidupan kian suram jika masa kini diisi penyesalan, rasa bersalah, tidak bisa memaafkan diri sendiri. Sebaliknya ini bisa menjadi awal terang jika pengalaman tidak mengenakkan ini untuk banyak membahagiakan orang.
Di Tibet, makhluk hidup diterjemahkan dalam bahasa Inggris mother being. Terutama karena diyakini jika semua makhluk pernah menjadi Ibu kita pada masa lalu. Dengan demikian, bila rajin membahagiakan orang atau makhluk lain, kita juga sudah membahagiakan ibu. Selain itu, membahagiakan orang adalah salah satu persiapan terbaik menyongsong masa depan. Inilah transformasi spiritual, rasa bersalah akan masa lalu dan takut akan masa depan diolah sekaligus dinikmati hari ini.

Guru sebagai Cahaya
Inilah tanda-tanda manusia yang mulai terbimbing. Dalam setiap kejadian (menyenangkan maupun menjengkelkan) ada cahaya bimbingan. Di Timur, ia disebut guru simbolik. Tidak ada kebetulan, semua hanya bimbingan. Cuma sebagian bisa dimengerti kini, sebagian dimengerti nanti. Sayang, amat sedikit manusia yang lahir di zaman ini memiliki berkah spiritual berjumpa dengan guru.
Untuk itu bagi orang-orang yang mengagumkan seperti Jalaludin Rumi, perjumpaan dengan guru adalah berkah spiritual yang amat disyukuri. Segelintir sahabat yang berjumpa guru menyebutkan, hanya dengan mendengarkan namanya, sebagian ketakutan akan neraka langsung sirna.
Karena itu, tidak sedikit pencari yang menghabiskan waktu, tenaga dan dana untuk mencari guru. Idealnya, pencarian dimulai dengan berjumpa guru hidup. Lalu perintah-perintah guru hidup itu diperkaya guru dalam bentuk buku suci. Ia yang sudah memadukan guru hidup dengan buku suci lalu berjumpa guru simbolik dalam keseharian. Puncaknya tercapai saat ketiga guru ini, menjelma menjadi guru dalam diri.
Orang jenis ini seperti membawa lentera ke mana-mana. Tidak ada lagi kegelapan yang tersisa.

Kematian
Bagi mereka yang belum diberkahi perjumpaan dengan guru hidup, disarankan menjaga diri dengan etika. Praktik serius etika ini mungkin membimbing seseorang menjumpai guru simbolik. Di antara banyak guru simbolik, kematian adalah guru simbolik yang paling agung.
Perhatikanlah pendapat Dzogchen Ponlop dalam Mind Beyond Dead: “In order to die well, one must live well” . Agar matinya indah, belajarlah hidup secara indah (baca: hidup penuh cinta).
Maka, tidak sedikit guru meditasi yang menggunakan kematian sumber air perenungan yang tidak habis-habis. Pertama-tama mediator membayangkan tubuhnya mati, badan kaku, membiru, orang-orang dekat menangis dan seterusnya.
Diterangi cahaya keikhlasan, kematian terlihat sebagai kembalinya unsur badan ke rumah aslinya. Unsur tanah kembali ke tanah, unsure air kembali ke air, unsur api kembali kea pi, unsur udara kembali ke udara, unsur ruang kembali ke ruang. Dalam bahasa tetua Bali, kematian disebut mulih ke desa wayah (pulang kerumah sesungguhnya). Ia yang merenungkan kematian menjadi lebih tenang, santun, baik, dan rendah hati. Bukankah ketenangan dan kebajikan adalah teman yang paling berguna dalam kematian? Selain itu, kematian juga berubah wajah menjadi guru simbolik yang membimbing menapaki tangga kemuliaan. Mungkin ini sebabnya Santo Paulus mengemukakan, “I die every day”.
Bila boleh jujur, tiap hari kita mengalami kematian. Seusai sarapan, kita berpisah dengan rasa enak (matinya rasa enak dimulut). Berangkat ke kantor, manusia berpisah dengan rasa nyaman di rumah (matinya kedamaian meditasi). Dalam wajahnya yang mendasar, kematian menakutkan karena ada perpisahan. Bila terbiasa dengan perpisahan sehari-hari, perpisahan melalui kematian akan menjadi suatu yang biasa.
Meminjam ajaran Tibetan book of the dead, wajah kematian terindah bertemu saan semua tahapan antara kematian dan kehidupan berikutnya (bardo) terlewati secara tenang seimbang. Maka disarankan untuk memperlakukan semua kejadian dalam hidup (dipuji-dicaci, sukses-gagal), sebagai bardo. Tidak ada apa-apa, yang menyenangkan atau menakutkan, hanya pancaran kesadaran murni. Sebagaimana dinyanyikan berulang-ulang oleh pertapa Milarepa: “ death is not a death for yogi: it is a little enlightenment”.
Dalam kehidupan pertapa, kematian muncul tanpa ditemani ketakutan, ia hanya sebuah pengalaman kecil pencerahan.
Inilah ujung terowongan kegelapan. Lalu muncul cahaya bimbingan. Kegagalan, ketakutan, bahkan kematian pun memancarkan sinar terang pengertian. Karena ketakutan akan kematian adalah ibu semua ketakutan, maka begitu ia lenyap, ketakutan lain pun sirna. Sebagai hasilnya, batin menjadi bersih dan jernih sempurna. Cirinya, cara memandang, niat, kata-kata, perbuatan, sumber penghasilan, daya upaya, perhatian dan konsentrasi, semua menjadi serba bijaksana. Kehidupan lalu berubah wajah menjadi lukisan indah kebijaksanaan. GAMBARNYA CINTA, BINGKAINYA KEIKHLASAN.
Di Ubud Bali, ada wanita bule yang tidak lagi muda tekun memelihara anjing-anjing liar tak bertuan. Kendati pengertiannya tentang cinta tidak mendalam, dengan tekun ia melakukannya dalam waktu lama. Pengertian yang disertai keraguan, kadang menjadi penghalang keikhlasan. Kehidupan wanita bule ini sedang menggoreskan tinta keindahan: cinta dan keindahan melukis kebijaksanaan.

Gede Prama
Back to Home
Read More..

Planet Baru.

Hubble Space Teleskop telah menemukan planet sendiri , disebut exoplanet .
Satu set gambar memperlihatkan tiga planet raksasa, mengorbit sebuah bintang bernama HR8799 di konstelasi Pegasus, sekitar 130 tahun cahaya dari Bumi. Satu tahun cahaya adalah jarak perjalanan cahaya dalam satu tahun, atau 6 triliun mil.
Planet-planet itu besarnya beberapa kali massa Yupiter.
” Kami akhirnya memiliki gambar sesungguhnya dari seluruh sistem”, kata Bruce Macintosh seorang ahli perbintangan dari Lawrence Livermore National Laboratory di California, yang juga adalah anggota dari tim ilmuwan yang melalukan observasi-obervasi.

"Ini merupakan tonggak penting dalam penyelidikan dan karakteristik dari sistem planet di sekitar bintang-bintang."

Sekitar 300 planet telah ditemukan mengorbit bintang lain disamping mataharinya bumi, mereka telah ditemukan menggunakan pengukuran-pengukuran tidak langsung, kebanyakan dengan melihat efek-efek pada bidang grafitasi dari matahari-matahari mereka.

"Setiap extrasolar-planet yang terdeteksi selama ini, membuat keraguan pada foto," ujar Macintosh dalam pernyataannya. "Kami telah mencoba untuk menggambar planet-planet selama delapan tahun tanpa hasil dan sekarang kami memiliki foto dari tiga planet sekaligus."

Menulis pada jurnal Sains terbitan Jumat, para astronom berkata mereka telah menggunakan Keck dan Gemini teleskop di Hawaii untuk mendapatkan gambar, yang dapat dilihat di internet di http://www.gemini.edu.

Gambar-gambar memperlihatkan noda-noda kabur dan para astronom yakin bahwa itu adalah planet.

Dalam studi kedua, University of California, Berkeley, Paul Kalas dan rekan-rekan menggunakan Hubble Space Teleskop untuk menggambar sebuah planet yang disebut Fomalhaut b, sedang mengorbit bintang Fomalhaut , dengan 25 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Piscis Australis (Southern Fish).

Kalas memiliki dua foto planet, yang diambil pada tahun 2004 dan 2006, yang menunjukkan bahwa gerakan yang lebih dari 21 bulan cocok dengan apa yang diharapkan dari sebuah planet mengorbit Fomalhaut setiap 872 tahun pada jarak 11 miliar mil..

"Saya hampir mengalami serangan jantung pada akhir Mei ketika dikonfirmasi bahwa Fomalhaut b mengorbit bintang induknya," kata Kalas dalam sebuah pernyataan. "Ada yang lebih besar dan pengalaman yang sangat besar untuk meletakkan mata pada planet yang belum pernah dilihat."

Tidak ada planet raksasa yang akan menjadi kandidat untuk sumber-kehidupan bagi banyak orang, planet-planet itu besar dan panas, seperti Yupiter, yang mengorbit jauh sekali dari matahari mereka.

Studi tentang sistem tata surya yang lain, dapat membantu kita dalam memahami bagaimana kita sendiri juga berkembang.

"Fomalhaut b sesungguhnya memperlihatkan apakah Jupiter dan Saturn dilihat saat sistem tata surya berusia seratus juta tahun," kata Kalas.

Tim Gemini melaporkan pada bulan September bahwa mereka memotret foto-foto pertama dari sebuah extrasolar-planet, mengorbit sebuah bintang dengan jarak sekitar 500-tahun cahaya dari Bumi.(Epochtimes,13 Nov 2008/Samuel)

Back to home

Read More..

Smiling !

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana . Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup
Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" ke arah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' di tempat itu.
Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.
Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai di depan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba-tiba saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka...
Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya. Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanan saya) dalam nampan terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."
Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."
Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian,Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian." Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu. Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak2ku!"
Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikan-NYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan. Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu di antaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan oleh-NYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami." Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat ke arah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh ke arah kami sambil tersenyum, lalu melambai2kan tangannya ke arah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini di tangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan.
Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang di dekat saya di antaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.
Di akhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis di akhir paper saya. "Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."
Dengan cara-NYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."
Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!
Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang-orang terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!
Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.
“Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! “Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.
Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri
CHEERS
Sumber : Dari kiriman seorang sahabat

Back to Home

Read More..

Selamat buat Mr.President Barack Obama

Calon presiden partai Demokrat Barack Obama mencetak sejarah menjadi presiden kulit hitam pertama AS, Selasa (4/11) waktu setempat atau Rabu (5/11) waktu Indonesia.
Menurut Kompas, kunci kemenangan Obama atas John McCain dari partai Republik adalah menguasai sejumlah negara bagian yang menjadi medan pertempuran termasuk di Ohio dan Pennsylvania. Selama ini tidak pernah ada presiden dari Republik yang kalah di Ohio.

Menurut perhitungan sementara kantor berita AS Associated Press, Obama memastikan kemenangan dengan perolehan sementara 349 electoral votes. Itu jauh melebihi 270 electoral votes yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilu AS.

Sementara itu, McCain baru meraih 147 electoral votes berkat keunggulan di negara-negara bagian yang biasa dimenangkan Republik. Termasuk Texas, wilayah South, Midwest, dan kawasan Rocky Mountain.

Sebagai perbandingan, George W Bush memenangkan kursi presiden dua kali namun tidak pernah meraih lebih 286 electoral votes.

Hingga sore hari ini waktu Indonesia, tiga negara bagian belum diketahui perhitungan suaranya. Yakni Georgia, Missouri, dan North Carolina. Semua negara bagian itu dimenangkan Bush pada 2004.

Electoral college terdiri atas 538 orang dari 50 negara bagian yang komposisinya sesuai jumlah perwakilan negara bagian di Kongres AS (435 anggota DPR AS/House of Representatives dan 100 anggota Senat). Untuk menjadi presiden AS, para kandidat harus mengumpulkan setidaknya 270 electoral vote.

Setengah jam setelah memastikan kemenangan atas John McCain, Barack Obama dan istrinya, Michelle, melangkah ke atas panggung. Mereka menggandeng kedua putrinya di tengah gemuruh sorak-sorai pendukungnya di Grant Park, Chicago.

Presiden kulit hitam pertama AS itupun menyampaikan pidato kemenangan. Ia menegaskan bahwa segalanya mungkin terjadi di AS. Dan ia telah membuktikannya.

"Jika masih ada orang di luar sana meragukan bahwa Amerika adalah tempat di mana semua hal mungkin; yang masih mempertanyakan kekuatan demokrasi Amerika, malam ini adalah jawaban Anda," kata Obama.

Sementara itu John McCain mengakui kekalahannya atas Obama. Ia mengatakan Demokrat mendapatkan "sesuatu luar biasa" dengan kemenangan bersejarah Obama, Selasa (4/11) waktu setempat atau Rabu (5/11) siang.

McCain yang didampingi istrinya, Cindy, dan calon wakil presiden Sarah Palin menyerukan para pendukungnya untuk mengakui kekalahan dan tetap berjuang bagi kemajuan AS.

Berpidato dari Arizona Biltmore Hotel di Phoenix, McCain mengatakan kepada pendukungnya :"Wajar malam ini merasa kecewa. Tetapi kami merasakan hanya sebentar, kegagalan ini adalah milikku, bukan milik Anda."

Sumber: Kompas

KLIK DI SINI Galery Foto-foto BARACK OBAMA



Read More..

Aneh, unik dan lucu

Di dunia ini banyak hal yang aneh, unik dan lucu yang dibuat oleh ulah manusia. Sebagian dari kita pernah melihatnya namun banyak juga yang belum pernah melhat hal yang demikian. Sungguh sesuatu yang menyenangkan bila kita baru pernah menikmati gambar-gambar ini. Lihat selanjutnya, klik disini.....
Read More..

The Happiness News